| konomi ASEAN Paling Sehat di Dunia |
| Wednesday, 16 November 2011 | |
| NUSA DUA – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) merupakan kawasan dengan kondisi perekonomian paling sehat di dunia. Dari waktu ke waktu, kawasan ini semakin menarik bagi investor global. Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, dalam forum Senior Economic Ministers Meeting (SEOM), yang merupakan rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-19 ASEAN, mengatakan, bila dilihat dari aspek investasi maupun daya saing, ASEAN merupakan salah satu yang terbaik di dunia,terutama saat krisis ekonomi global terjadi saat ini. “Dilihat dari segi ekspor, investasi, dan daya tahan ekonomi makro, ASEAN merupakan regional paling sehat di dunia saat ini.ASEAN sangat menarik bagi siapa pun,”ungkap Bayu di Bali International Convention Center (BICC) kemarin. Negara-negara berkembang (emerging countries) di kawasan Asia Tenggara menunjukkan stabilitas ekonomi saat krisis ekonomi melanda Eropa dan Amerika Serikat (AS). Pertumbuhan ekonomi yang stabil serta pasar yang terus berkembang menjadikan kawasan Asia Tenggara menjadi tujuan strategis para investor. Bayu menjelaskan, dengan kawasan ASEAN yang lebih terintegrasi,kelompok regional ini semakin memiliki keseimbangan perdagangan antara satu dan lainnya, serta investasi yang semakin besar. Hal ini menjadikan negara anggota lebih terbuka, sehingga semakin banyak masalah yang bisa diselesaikan bersamasama di ASEAN. Bayu menjelaskan, Indonesia selaku tuan rumah perhelatan besar ini melihat ASEAN memiliki momentum penting dan sangat baik. Di saat yang sama pula,Indonesia memiliki keinginan mendiversifikasi pasar produk dan jasa maupun sumber investasinya di dunia. “Saya pikir kita tidak bisa memisahkan satu dan yang lainnya, dan itu bukan tujuan dari KTT ASEAN. Ini adalah momentum yang sangat baik bagi semua negara anggota termasuk Indonesia. Terbukti ketika di APEC, banyak negara-negara lain yang ingin bergabung dengan ASEAN,”ungkapnya. Bayu berpendapat, implementasi pilar-pilar ASEAN lebih banyak terfokus pada pilar pertama dan kedua dibandingkan pilar ketiga. Pilar pertama menjadikan ASEAN sebagai basis pasar tunggal dan produksi regional, sedangkan pilar kedua menjadikan ASEAN sebagai kawasan berdaya saing tinggi.Adapun pilar ketiga menjadikan ASEAN memiliki keseimbangan ekonomi internal dan eksternal. Berbagai Kesepakatan Di bagian lain,para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN kemarin mencapai kesepakatan dalam beberapa deklarasi dan traktat. Beberapa hal yang disepakati antara lain tentang pembentukan Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi (ASEAN Institute for Peace and Reconciliation), Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (Treaty of Amity and Cooperation), dan implementasi Deklarasi Tata Perilaku Pihak-Pihak dalam Laut China Selatan (Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea/DOC). Selain itu, para menteri luar negeri ASEAN juga telah menyepakati Pengembangan Komunitas ASEAN dan Implementasi Piagam ASEAN. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan koordinasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Marty Natalegawa.Pertemuan itu sebenarnya merupakan hasil-hasil Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN Ke-44 di Bali pada 19 Juli lalu dan Pertemuan Informal Menteri Luar Negeri di New York pada 24 September 2011. “ASEAN kini berbeda dengan ASEAN yang lalu. Sekarang kita berbuat konkret, berhadapan dengan masalah, dan menyelesaikannya secara langsung.Pada kasus perbatasan Thailand– Kamboja dan perubahan dramatik di Myanmar misalnya,kita berbicara secara langsung untuk mencari jalan keluar yang memadai,” ungkapnya. Selanjutnya kesepakatan yang paling penting adalah rencana pemberlakuan Visa Bersama ASEAN (ASEAN Common Visa) untuk warga negara non- ASEAN. Namun, ada dua negara ASEAN, yakni Myanmar dan Laos,yang masih memberlakukan visa bagi warga ASEAN dan non-ASEAN. “Konsep visa bersama ASEAN yang merupakan inisiatif Indonesia akan seperti visa schengen di Eropa,”katanya. Para menlu juga akan saling bertukar pandangan mengenai berbagai isu kawasan dan internasional yang menjadi perhatian bersama. Mereka juga membahas rencana keketuaan Myanmar di ASEAN pada 2014, Komisi HAM ASEAN (AICHR), dan prakarsa kerja sama kawasan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana banjir. Selanjutnya, para menlu juga membahas permohonan keanggotaan Timor Leste pada ASEAN dan menyepakati untuk membahas hal ini lebih lanjut pada Pertemuan Dewan Koordinasi ASEAN. Sementara itu, Indonesia memastikan bakal mendukung Myanmar menjadi ketua ASEAN pada 2014. Dukungan itu dinyatakan setelah Myanmar menyampaikan permohonan untuk menjadi ketua ASEAN. “Saya harus katakan bahwa sentimennya positif, kita semua tanpa terkecuali mengakui perkembangan positif yang telah terjadi di Myanmar dalam beberapa bulan terakhir,”kata Marty. ASEAN berharap Myanmar menjaga momentum ini.Myanmar dinilai telah sungguhsungguh menciptakan kondisi yang kondusif untuk mendukung permohonannya menjadi ketua ASEAN. Marty menyebut keputusan keketuaan Myanmar akan dibuat di tingkat pemimpin ASEAN, bukan menlu.“Isu itu juga kan dibahas secara lebih resmi oleh Dewan Koordinasi ASEAN yang akan bertemu besok (hari ini),”katanya. ● rini harumi w/ andika hendra m |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar